Sebar Ratusan Wakaf Quran di Bumi Papua

Quran Untuk Papua

Yayasan al Hilal dengan LAZ Al Hilal selalu istiqomah mengadakan Program Sebar Waqaf al Quran di berbagai penjuru Nusantara. Kali ini giliran Bumi Papua mendapatkan program Sebar Wakaf al Quran. Team Sebar Wakaf al Quran berangkat hari jumat, 10 Agustus 2018 bersamaan dengan Program Qurban Di Ujung Negeri, Program ini di Pusatkan di Distrik Arso Kabupaten Keerom Papua. Tujuan kegiatan Sebar Wakaf al Quran di Bumi Papua adalah untuk memenuhi kebutuhan al Quran di beberapa tempat dan lembaga pesantren di Papua. Semoga dengan program ini mendorong semangat Muslim Papua dalam mempelajari dan berinteraksi dengan AL Quran.

Selain itu Sebar wakaf al Quran juga dimaksudkan untuk membantu syiar dakwah para pendakwah di Pedalaman Papua. Kami menyebarkan al Quran di berbagai lembaga, sekolah, pesantren dan rumah Tahfidz. Rata-rata kami memberikan 40 sampai 100 al Quran untuk memenuhi kebutuhan muslim Papua. Berikut ini beberapa tempat yang menjadi tempat penyebaran Wakaf al Quran LAZ Al Hilal.

Wakaf Quran 1 kami laksanakan di Masjid Taqwa alamatnya Arso 6 Ditrik Arso Barat Kab. Keerom. Al Quran kami sebarkan untuk Aktivitas Belajar Mengajar al Quran. Wakaf Quran ke 2 di Masjid Al-Hijrah beralamat di PIR 2 , Distrik Arso, Kab. Keerom.

Besok harinya tanggal 12 Agustus 2019, kami menyebarkan al Quran ke Masjid Al-Aqso. Jln. Perbatasan RI-PNG,Skouw Sae, Distrik Muara Tami. Jayapura. Kami Juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Al Irsyad Papua (Mahad Al Muhtadin) Masjid Yayasan Al Isryad Arso 6 Distrik Arso Barat Kab. KEEROM, Papua. Kerjasama berupa penyaluran bantuan Al Quran untuk siswa siswi MI dan MTS di Mahad Al Muhtadin dan Masjid Al Muhtadin, Arso 6 Distrik Arso Barat Kab. KEEROM, PAPUA

Hari Ketiga kami mengunjungi Pesantren Hidayatulloh, Distrik Muara Tami Jayapura. Kami membagikan al Quran untuk santri Pesantren Hidayatulloh semoga bermanfaat dan mendukung program dakwah Pesantren Hidayatullah Cabang Papua khusnya di Ditrik Muara Tami Perbatasan Papua Nugini dan Indonesia,

Kamiu ucapkan terimakasih Jazakumullah khoiron katsiron kepada para donatur dan muslim papua yang membantu kegiatan ini berjalan lancar. Alhamduliillah tanggal 14 Agustus kami kembali ke Bandung. Semoga Allah mebalas dengan pahala amalan jariyah yang mengalir sampai yaumil akhir….aamiin Ya Allah…

Hari Ini, al-Hilal Menyebarkan Wakaf Quran Untuk Papua

Hari Ini, al-Hilal Menyebarkan Wakaf Quran Untuk Papua

Sebar Wakaf Quran Untuk Papua

al-Hilal, Papua – Kami dari LAZ al-Hilal dan Pesantren al-Hilal terus memasifkan penyebaran bantuan wakaf Al-Qur’an untuk seluruh pelosok indonesia seiring dengan banyak nya warga masyarakat, masjid dan mushola yang kekurangan AlQuran. Sabtu (08/10), Ribuan bantuan wakaf quran di terjunkan untuk warga, masjid, dan mushola” di Kabupaten Keerom Papua.

Acara yang digelar di masjid-masjid yang ada di Keerom Papua tersebut merupakan hasil kerja sama LAZ al-Hilal dengan para donatur serta warga warga di keerom papua.

Kehidupan bukan dinilai dari durasi, melainkan dari donasi. Tidak penting berapa banyak yang disumbangkan, yang penting Apakah Sumbangan Itu Bermakna.

AL Qur’an dapat menjadi obat hati dalam kesedihan sebagaimana Firman Allah SWT :

“Dan Kami turunkan dari al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang  yang beriman dan al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82)

Terlaksananya Penyebaran Wakaf Quran ini adalah karena bantuan dari para donatur yang ikut berdonasi untuk program yang mulia ini.

Kami dari LAZ al-Hilal dan Pesantren al-Hilal mewakili warga warga yang ada di keerom papua mengucapkan terimakasih banyak kepada para donatur yang ikut berdonasi untuk program Sebar Wakaf Quran ini.

Untuk para donatur, semoga Allah SWT memberikan kesehatan, dilancarkan rezekinya dan dilancarkan segala urusannya Aamiin.

Kami dari LAZ al-Hilal akan terus melaksanakan program Sebar Wakaf Quran ini, Dan masih terbuka untuk kalian yang ingin ikut menjadi donatur dan berdonasi untuk program ini.

Selain program Sebar Wakaf Quran, al-Hilal juga mengadakan program Qurban Untuk Yatim dan Papua. Seperti yang kita tahu bahwa sebentar lagi Idul Adha. Kami mengadakan program ini karena di Papua jarang sekali terdapat hewan Qurban, satu masjid hanya terdapat 2-3 hewan bahkan sampai ada yang tidak ada sama sekali.

Selengkapnya tentang program Qurban untuk Yatim dan Papua KLIK DISINI

Hubungi Kami

Kantor Pusat: 
Jl. Gegerkalong Hilir No.155 A, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung

No Hp/Wa: 0812 2220 2751

19 Tanda Baca Al Quran (Waqaf), Berhenti atau Lanjut Baca ?

tanda baca alquran

Tanda Baca Waqof / Wasal dalam Al Quran dan Artinya

Tanda Baca AlQuran – Sudahkah Anda membaca Al Quran hari ini ? Jika belum, ayo membaca al quran hari ini karena banyak sekali keutamaan membaca alquran.

Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.

Dalam membaca Al-Qur’an, terdapat aturan-aturan yang harus diataati agar ibadah tersebut bisa sempurna. Di antaranya yaitu menjaga adab-adabnya, menggunakan tajwid yang benar, membacanya dengan tartil, dan waqaf pada kalimat yang tepat.

Apa itu Waqof ?

Saat sedang membaca Al-Quran, pernahkah anda memperhatikan apa maksud dari tanda kecil diatas ayat AlQuran seperti huruf mim ( مـ ) atau sambungan huruf sod – lam ( ﺼﻞ ) dan beberapa tanda lainnya seperti tiga titik ( ... ...) ?

Tanda-tanda tersebut dikenal dengan nama tanda Waqof/Waqaf. Beberapa tanda waqof lainnya adalah seperti huruf tho (  ), kaf (  ), qaf (  ) atau sambungan huruf seperti sod – lam ( ﺼﻞ ) dan sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ).

Baca Juga: Dapur Aqiqah di Bandung dengan Kualitas Terbaik dan Bersertifikat MUI

Apa itu Wasal ?

Selain waqaf, terdapat juga wasal. Wasal berarti terus dibaca atau bersambung. Membaca Al-Qur’an dengan wasal artinya jika ada tanda baca wasal, cara membacanya diteruskan atau disambung dengan kalimat berikutnya. Tanda waqaf dan wasal ini sering disebut dengan nama tanda-tanda waqaf.

Bagi Anda yang belum paham tentang tanda waqaf ataupun wasal dalam alquran dan artinya, berikut kami rangkum tanda waqaf dalam alquran dan artinya yang harus kamu pahami agar bacaan Al-Quranmu semakin baik dan benar.

Jenis Jenis Waqaf dalam Al-Qur’an

1. Waqaf Taamm (ﺗﺂﻡّ) adalah waqaf yang sempurna yaitu menghentikan bacaan pada kata yang sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah kata, serta tidak mempengaruhi makna dan arti kata, karena tidak memiliki hubungan dengan ayat sebelumnya maupun ayat setelahnya;

2. Waqaf kaaf (ﻛﺎﻒ) adalah waqaf yang memadai yaitu berhenti pada sebuah kata yang sudah mempunyai arti sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah kata atau bacaan. Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.

3. Waqaf Hasan (ﺣﺴﻦ ) adalah waqaf yang baik yaitu berhenti pada sebuah bacaan atau kata yang sempurna, tidak mempengaruhi arti atau makna. Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.

4. Waqaf Qabiih( ﻗﺒﻴﺢ) adalah waqaf buruk yaitu berhenti pada kata atau bacaan yang tidak sempurna, berhenti pada tengah-tengah kata atau ayat. Wakaf jenis ini harus dijauhi karena bacaan tersebut masih berhubungan dengan bacaan sebelumnya baik maknanya maupun lafazdnya. Sehingga arti dari kata tersebut bisa rusak.

 

Tanda Waqaf La Washal, Mim, Sad dan Sad-lam-ya’

1. Waqaf La Washal. Tanda waqaf (لا) artinya “tidak boleh berhenti“. Jika terdapat tanda waqaf ini di tengah ayat, maka tidak diperbolehkan berhenti. Tetapi jika tanda waqaf ini berada di akhir ayat maka diperbolehkan berhenti contoh Waqaf La Washal terdapat dalam surat An-Nahl ayat 32.

2. Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ) memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya. Contohnya waqaf lazim terdapat dalam surat Al-An’aam ayat 20.

3. Tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad.

4. Tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik.

 

Tanda Waqaf qaf, sad-lam, qif, sin, dan laa

5. Tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.

6. Tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yoosalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan.

7. Tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti.

8. Tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.

9. Tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.

 

Tanda Waqaf kaf, titik tiga, waqfah dan tho’

10. Tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.

11. Tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

12. Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas.

13. Tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

14. Tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Boleh berhenti dan boleh untuk dilanjutkan.

15. Tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti.

Liputan6.com

Ayo Berqurban Bersama Kami di Pelosok Negri Indonesia

Qurban di kota? Sudah yakin daging hasil kurban didistribusikan dengan tepat ? Di kota, satu masjid bisa terdapat 10 bahkan lebih hewan qurban. Sedangkan di desa ? 1 masjid kurang dari 3 hewan qurban bahkan sampai ada yang tidak ada hewan qurban satupun. Sebenarnya sama baiknya berqurban di kota maupun di disa, namun untuk sekarang sekarang di kota terutama komplek komplek banyak sekali kejadian 1 masjid bisa terdapat 10 hewan qurban bahkan lebih dan daging hasil kurban didistribusikan hanya untuk warga sekitar masjid tersebut saja, satu rumah bisa mendapat daging qurban sampai 3 kresek lebih. Bagaimana dengan yang di desa dan pelosok ? satu masjid hanya terdapat 3 ekor hewan qurban bahkan ada yang tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, Kami dari Al-Hilal mengajak kepada orang-orang yang baik hati dan suka menabung untuk berqurban bersama kami untuk pelosok negri dan papua.

Qurban di Ujung Negeri Untuk Anak Yatim dan Papua

InsyaAllah, LAZ al-Hilal akan mengadakan Pemotongan Hewan Qurban di Kabupaten Keerom Papua. Semoga kita diberikan kemampuan oleh Allah bisa berkurban tahun Ini Aamiin …

Mengapa Harus Qurban di Pelosok Pedesaan Bersama al-Hilal ?

1. Distribusi hewan kurban sampai ke wilayah yang jarang menikmati daging bahkan saat kurban sekalipun. salah satunya di pedalaman papua, Sedangkan di kota-kota besar hewan kurban cukup melimpah. Di setiap RT masjid bahkan mushola RT selalu ada penyembilahan hewan kurban 2. Hewan kurban didistribusikan juga sampai daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Jadi berkurban itu tidak sesempit komplek rumah kita, tapi melintasi berbagai pulau 3. Kurban juga bisa dirasakan oleh saudara kita yang menjadi minoritas muslim. Hewan kurban yang kita kirimkan untuk mereka seoalah menyampaikan pesan bahwa mereka masih punya saudara. Sehingga nuansa hari raya dirasakan juga oleh mereka. Ribuan kilometer jarak dari Ibu Kota Jakarta. Bukan di luar negeri, tapi masih di Indonesia, Tanah Papua.

Ayo Berqurban Bersama Kami di Pelosok Negri !!! Klik Tombol Dibawah ini Untuk Ikut Berpartisipasi

Klik Disini

 

Pengertian Wakaf, Syarat, Hukum dan 4 Rukun Wakaf

Pengertian Wakaf, Syarat, Hukum dan 4 Rukun Wakaf

Pengertian dan Penjelasan Wakaf, Rukun Wafaf, Syarat dan Hukumnya

Sebelum lebih jauh menunaikan amalan wakaf dan rukun wakaf, ada baik nya kita ketahui dulu apa itu wakaf dan pengertiannya.

Kata Wakaf atau “waqf” yaitu berasal dari bahasa Arab, Waqafa yang artinya menahan atau berhenti atau berdiam di tempat atau tetap berdiri. Menurut istilah fiqih, Wakaf adalah memindahkan harta milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan tujuan untuk mendapatkan kebaikan dan ridha dari Allah SWT.

Jika ditinjau dari segi syari’ah, wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan agama. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja.

Rukun Wakaf

Kebanyakan jumhur ulama yaitu mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali, mereka semua sepakat bahwa rukun wakaf ada 4, yaitu:

1. Orang yang Memberikan Wakaf (Wakif)

Wakif menjadi rukun wakaf pertama, Islam menekankan secara detail tentang syarat-syarat seorang wakif. Mulai dari merdeka, berakal sehat, dewasa atau baligh dan tidak sedang berada dalam pengampuan atau tanggungan orang lain (orang tua/wali).

Keberadaan wakif yang memenuhi syarat dalam sebuah niat atau transaksi wakaf adalah mutlak harus dipenuhi seutuhnya. Kesepakatan bisa terjadi dan sah hukumnya antara wakif dan penerima wakaf apabila rukun pertama ini dipenuhi.

Baca juga: Paket Aqiqah di Bandung Kualitas Terbaik dengan Rasa Masakan yang Enak & Nikmat
https://aqiqahalhilal.com/paket-aqiqah-bandung/

2. Barang dan Harta yang Diwakafkan (Mauquf)

Rukun kedua ini mengandung arti adalah harta yang diwakafkan harus memenuhi syarat. Tidak sah suatu kesepakatan wakaf apabila harta yang diwakafkan tidak mengandung manfaat dan bukan termasuk harta yang dimiliki (rumah sewaan, kontrak, dll).

Lalu harta yang akan diwakafkan pun menjadi tidak sah apabila barang yang akan diwakafkan tidak diketahui jumlah pastinya, misalnya mewakafkan sebagian tanah yang dimiliki namun tak mengetahui pasti berapa kadar “sebagian” itu.

Hal ini untuk mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari, yang dapat menghambat pengembangan harta wakaf.

3. Tujuan Wakaf / Orang yang Menerima Wakaf (Mauquf ‘alaih)

Rukun keempat adalah wakaf harus dimanfaatkan dalam batas-batas yang sesuai dengan syariat Islam. Pada dasarnya wakaf adalah amalan yang ditunaikan untuk mendekatkan dairi antara Manusia kepada Allah.

Menurut Mazhab Syafii yang banyak digunakan di Indonesia, mauquf ‘alaih adalah ibadah menurut pandangan Islam saja, tanpa memandang keyakinan wakif.

Karena itu sah wakaf muslim dan non muslim kepada badan-badan sosial seperti penampungan, tempat peristirahatan, badan kebajikan dalam Islam seperti masjid.

Dan tidak sah wakaf muslim dan non muslim kepada badan-badan sosial yang tidak sejalan dengan Islam seperti Gereja.

4. Ikrar Penyerahan Wakaf Kepada Badan, Organisasi atau Orang Tertentu (Sighat)

Rukun wakaf yang terakhir adalah sigat, Sigat adalah segala ucapan, tulisan, atau isyarat dari orang yang berakad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan apa yang diinginkannya.

Status Sigat (pernyataan), secara umum adalah salah satu rukun wakaf. Wakaf tidak sah tanpa sigat, setiap sigat mengandung ijab dan mungkin mengandung qabul pula.

Dasar (dalil) perlunya Sigat (pernyataan) ialah karena wakaf adalah melepaskan hak milik dan benda dan manfaat atau dari manfaat saja dan memiliki kepada yang lain, maksud tujuan melepaskan dan memilikkan adalah urusan hati.

Tidak ada yang menyelami isi hati orang lain secara jelas, kecuali melalui pernyataan sendiri. (cal)

Syarat Wakaf

  • Orang yang memberikan wakaf berhak atas perbuatan itu dan atas kehendaknya sendiri.
  • Orang yang menerima wakaf harus jelas, baik berupa organisasi, badan atau orang tertentu.
  • Berlaku untuk selamanya, artinya tidak terikat dalam jangka waktu tertentu.
  • Barang yang diwakafkan berwujud nyata pada saat diserahkan.
  • Jelas Ikrarnya, dan penyerahannya lebih baik tertulis dalam akta notaris sehingga jelas, dan tidak akan timbul masalah baru pada pihak keluarga yang memberi wakaf.

 

Hukum Wakaf

Wakaf hukumnya sunah dan harta yang diwakafkan terlepas dari pemiliknya, lalu semata-mata menjadi hak Allah, tidak boleh dijual atau dihibahkan untuk perseorangan dan sebagainya.

Wakaf harus digunakan menurut ketentuan akad wakaf pada waktu mewakafkan. kelebihan wakaf dari amal-amal lain, ialah telah disebutkan dalam hadits, dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda:

Dari Abu Hurairah ra bahawa Rasulullah Saw bersabda: ” Jika anak adam telah meninggal, maka putus semua amalnya kecuali tiga: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan kepadanya.” (HR. Muslim)

Sumber: Muslim Pintar dan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

al-Hilal: Badan Wakaf AlQuran di Indonesia, Untuk Seluruh Pelosok Negri

badan wakaf alquran

Badan Wakaf AlQuran dan Menyebarkan Wakaf Quran Anda Ke Seluruh Pelosok Indonesia

Badan Wakaf AlQuran al-Hilal adalah badan wakaf yang menyebarkan wakaf quran anda ke seluruh pelosok di indonesia yang membutuhkan, seperti mushola dan masjid-masjid yang kekurangan quran ataupun quran nya yang sudah rusak tidak layak pakai.

Apa itu wakaf quran ?

Wakaf Al Qur’an adalah bentuk sedekah jariyah yang terbaik. Kami mengajak para umat Islam untuk berwakaf Al Qur’an untuk didistribusikan ke seluruh pelosok Nusantara.

Al Qur’an merupakan mukzijat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW yang hingga saat ini masih ada. AL Qur’an dapat menjadi obat hati dalam kesedihan sebagaimana Firman Allah SWT :

“Dan Kami turunkan dari al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82)

Alhamdulillah LAZ Al Hilal sudah menyebarkan Wakaf Al Quran ke berbagai Pelosok Nusantara, dan Kali ini kami akan kembali menyebarkan Wakaf Quran Untuk Nusantara.

Berikut ini adalah Wilayah yang sudah merasakan Manfaat dari Program Wakaf Quran ini:

  • SWQ Cisarua, Kab Bandung Barat
  • SWQ Jati, Kab Garut
  • SWQ Banjarsari, Kab Ciamis
  • SWQ Ciwidey, Kab Bandung
  • SWQ Cianjur, Kab Cianjur
  • SWQ Pulau Alor, NTT
  • SWQ Tasikmalaya, Kab Tasikmalaya
  • SWQ Sindangkerta, Kab Bandung Barat
  • SWQ Pulau Ternate dan Pulau Halmahera, Maluku Utara
  • SWQ Jawa Barat bagian Selatan
  • SWQ Subang, Kab Subang
  • SWQ Pangalengan, Kab Bandung
  • SWQ Pulau Alor bagian 2, NTT
  • SWQ Pulau Lombok, NTB
  • dan masih banyak lagi

Wakaf untuk Lombok

Wakaf Quran

Kami tunggu para orang baik dimanapun berada. Mereka sangat membutuhkan Iqra dan Al Qur’an sebagai obat penyembuh hati. Mari menjadi bagian dakwah ini.

Mari kita jadikan hari-hari yang hampa ini menjadi hari yang bermakna.

Donasi Wakaf AlQuran Klik Disini